DiJawa, kita mendengar percakapan menggunakan dialeg Jawa. Pengucapan bahasa Jawa dalam percakapan anak dengan teman sebayanya, jelas berbeda ketika terjadi dialog antara anak dengan orang dewasa. Bahasa 'krama alus' hanya bertahan di Kerajaan Yogyakarta dan Surakarta saja. Khusus dalam kalangan istana muncul ragam 'Basa Bagongan mengertibagaimana situasi yang tepat saat melakukan percakapan (berbicara) kepada orang yang lebih tua dengan menggunakan krama alus yang benar dalam penggunaan pembelajaran berbicara bahasa Jawa. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah kartu tidak asing dalam masyarakat namun yang digunakan pada saat pembelajaran adalah kartu situasi. Jawaragam ngoko alus, krama lugu, dan krama alus yang mana pada masing-asing ragam mengindikasikan bentuk penghormatan terhadap mitra tutur, sedangkan generasi muda pada 2 Jawa Ngoko. Bahasa Jawa Ngoko atau Jawa Kasar biasanya digunakan oleh seseorang pada seseorang lain yang seusia atau sudah dikenal dekat, misal teman, saudara. Jangan menggunakan bahasa ini kepada orang yang lebih tua, atau orang yang kamu hormati, karena kamu akan dianggap tidak sopan. Dia artinya De'e; Contoh; De'e karo sopo Dia dengan siapa Dalampenggunaannya, bahasa Kromo masih dibagi menjadi bahasa Kromo lugu dan alus. Bahasa Kromo lugu menggunakan campuran bahasa Jawa netral dan Kromo madya yang merupakan tingkatan bahasa yang Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng.

percakapan dengan orang tua menggunakan bahasa jawa krama alus