getaranteredam academia edu. eva s blog getaran harmonik oleh pegas. laporan fisika percobaan hari adalah getaran benda pada pegas dan getaran dalam praktikum seperti' 'Diary impian Laporan Praktikum fisika Konstanta pegas May 13th, 2018 - Laporan Praktikum Fisika Getaran Selaras Menentukan Konstanta Pegas Untuk Pernyataanini dikemukakan oleh Robert Hooke, oleh karena itu, pernyataan di atas dikenal sebagai Hukum Hooke. Untuk menyelidiki berlakunya Hukum Hooke, kita dapat melakukan percobaan pada pegas. Selisih panjang pegasketika diberi gaya ditarik dengan panjang awal desebut pertambahan panjang ( Ξ” l) atau ( Ξ” x). Yangtidak termasuk getaran harmonik: a. benda yg bergerak pda ayunan b. benda yg mengikuti herak balik pegas c. gerakan pistin pd mesin mobil d. gerakan sebuah baut roda dp putaran rodanya e. gerak kendaraan dijalan - on a. Penyakit layu cabai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Keterangan: F = gaya yang bekerja (N) k = konstanta pegas (N/m) x = perubahan panjang pegas. Pegas ada yang disusun secara tunggal, ada juga yang disusun seri atau paralel. Untuk pegas yang disusun seri, pertambahan panjang total sama dengan jumlah masing-masing pertambahan panjang pegas . Sehingga pertambahan total x adalah: x = x1 + x2. a Simpangan awal pada pegas akan menjadi amplitudo dari getaran pegas tersebut, jadi A = 2 cm. b. Karena untuk 10 getaran diperlukan waktu 12 s maka periodenya adalah 12 1,2 10 T s s c. 11 0,833 1,2 f Hz Hz T d. & I UDG 2 1,67 Untuk sekedar menguatkan pemahaman Anda tentang konsep getaran, coba Anda lakukan percobaan sederhana sendiri di rumah. Vay Tiền TrαΊ£ GΓ³p Theo ThΓ‘ng Chỉ CαΊ§n Cmnd. Laporan Praktikum Gaya Pegas 1. Alat dan Bahan a. Karet gelang b. Penggaris c. Beban 20 gr d. Statif 2. Cara kerja a. Ambil seutas karet gelang, gantungkan salah satu ujungnya pada statif b. Gantungkan pula beban pada ujung karet c. Tariklah beban kebawah, kemudian lepaskan. Amati apa yang terjadi 3. Teori Dasar Gaya pegas adalah gaya yang timbul karena pegas timbul karena ada sifat elastik. Sifat elastik pada benda apabila diubah bentuknyakemudian dilepas, benda tersebut akan kembali kebentuk semula. 4. Hasil pengamatan 5. Kesimpulan Berdasarkan percobaan semakin besar gaya yang bekerja pada pegas semakin besar juga pertambahan ini di pengaruhi besarnya masa benda yang mempengaruhi gaya tarik. 6. Jawab Karena pengaruh dari berat benda dan plastik dari karet Referensi Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta PT. Prata Sejati Mandiri. Semoga postingan Laporan Praktikum Gaya Pegas Praktikum IPA di SD ini bisa memberi manfaat. Amiin YRA. Penulis NUR WAHYUNINGTIAS S1 PGSD UT-POKJAR Jombang 100% found this document useful 3 votes22K views6 pagesCopyrightΒ© Β© All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 3 votes22K views6 pagesLaporan Praktikum IPA Modul 6Jump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Telah dilakukan percobaan getaran teredam dengan tujuan untuk mengetahui jenis redaman pada percobaan ini, mengetahui nilai amplitudo mula-mula dalam percobaan ini, mengetahui besar konstanta redaman pada percobaan ini, dan mengetahui pengaruh ΞΈ terhadap simpangan. Percobaan ini dilakukan dengan cara peralatan dirangkai dengan variasi ketinggian bidang miring yang diatur terhadap lantai. Bola besi digelindingkan dari atas bidang miring ke bagian dasar dimana terdapat sebuah pegas. Waktu beserta simpangan hingga simpangan yang kelima dicatat dengan pengulangan 8 kali. Langkah yang sama dilakukan untuk variasi ketinggian lainnya. Pengolahan data, perhitungan, dan analisis dilakukan hingga diperoleh hasil dari percobaan. Dari percobaan yang telah dilakukan, secara fisis telah terjadi fenomena getaran teredam yang mengakibatkan osilasi dari bola besi akan memiliki amplitudo yang semakin menurun dan akhirnya berhenti... GETARAN PEGAS I. TUJUAN a. Menentukan nilai konstanta pegas. b. Menyelidiki hubungan antara periode dengan massa beban. II. ALAT DAN BAHAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. III. Statif dan penjepit Pegas Beban penggantung Stop watch Penggaris Kalkolator 1 buah 1 buah secukupnya 1 buah 1 buah 1 buah disediakan disediakan disediakan disediakan bawa sendiri bawa sendiri CARA KERJA 1. 2. 3. 4. Susunlah alat-alat seperti pada gambar Ukurlah panjang pegas sebelum diberi beban. Ukurlah panjang pegas setelah diberi beban. Berilah simpangan kebawah sekitar 5 cm, kemudian lepaskan sehingga pegas bergetar harmonis. 5. Hitung waktunya untuk 10 getaran setelah bergetar harmonis 1 getaran = lintasan A-OB-O-A 6. Lakukan percobaan 5 kali, massa beban yang berubah-ubah. 7. Catat hasilnya didalam tabel. IV. B O A HASIL PERCOBAAN No. Lo m 1. 2. 3. 4. 5. 0,15 0,15 0,15 0,15 0,15 m kg 0,02 0,05 0,07 0,1 0,12 Lt m 0,16 0,21 0,26 0,30 0,33 t= 10 get s T= 1 get s T 2 S 3,78 5,86 7,09 8,39 9,20 0,378 0,586 0,709 0,839 0,92 0,143 0,343 0,5 0,7 0,85 LAPORAN PRAKTIKUM GETARAN PEGAS DAN AYUNAN SEDERHANA 4Ο€2 m K= T2 5,51 5,74 5,52 5,63 5,56 1 V. ANALISIS DATA 1 Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan hubungan antara m dan T 2 dapat digambarkan dengan grafik. Grafik hubungan m dan T2 0 2 Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa semakin besar nilai T 2 maka massa beban juga makin besar. 3 Dari gambar grafik diatas, hubungan m dengan T 2 hampir mendekati naik. 4 Nilai k yang kami data, rata-rata hasilnya 5. VI. KESIMPULAN Setelah mengalami praktikum mengenai getaran pegas kami dapat menyimpulkan beberapa hal dengan praktikum tersebut. 1. Nilai gravitasinya normalnya berkisar diantara 9-10 2. Makin besar massa maka pertambahan panjang pada sistem pembebanan akan semakin besar. 3. Menurut hukum Hooke benar. Bila pegas dibebani sebuah gaya, maka perpanjangan pegas akan sebanding dengan gaya itu selama batas elastisitas pegas belum dilampaui. 4. Pada sistem getaran nilai k ditentukan banyaknya getaran, massa, periode. LAPORAN PRAKTIKUM GETARAN PEGAS DAN AYUNAN SEDERHANA 2 AYUNAN SEDERHANA I. TUJUAN 1. Menyelidiki nilai kecepatan grafitasi bumi. 2. Menyelidiki hubungan antara periode dengan panjang tali. II. ALAT DAN BAHAN 1. Statif dan penjempit 2. benang1 buah 3. beban penggantung 4. stop watch1 buah 5. penggaris1 buah 6. kalkulator1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah disediakan disediakan disediakan disediakan disediakan disediakan III. CARA KERJA 1. 2. 3. 4. 5. 6. Susunlah alat-alat seperti gambar. Ukurlah panjang tali/benang lo. Gantungkan beban pada ujung benang. Simpangkan benang Β± 5Β°,/ 5 cm. Lepaskan beban sehingga dapat berayun harmonis Hitunglah waktunya untuk 10 ayunan. 1 ayunan = lintasan dari A-O-B-O-A Lakukan percobaan 5 kali, dengan panjang tali/benang berbeda. Catat hasilnya dalam tabel A B O t Hitung periode dengan T =10 IV. HASIL PERCOBAAN No. Lo m m kg T = 10 ayunan T T2 1. 2. 3. 4. 5. 0,39 0,35 0,28 0,18 0,10 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 12,03 11,47 10,29 8,43 6,86 1,203 1,147 1,029 0,843 0,686 1,447 1,315 1,058 0,71 0,47 l G = 4πœ‹ 2 T2 10, 63 10,49 10,44 9,99 8,39 LAPORAN PRAKTIKUM GETARAN PEGAS DAN AYUNAN SEDERHANA 3 V. ANALISIS DATA 1. Gambarkan grafik hubungan antara lo dan T 2 dan bagaimana bentuknya? T2 1 0 lo Bentuk grafik hubungan antara lo dengan g adalah naik. 2. Bagaimana nilai T 2 terhadap perubahan panjang tali? Jawab Semakin panjang tali, semakin besar waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ayunan dalam satu periode, maka maskin besar pula T 2 3. Bagaimana nilai g pada masing-masing percobaan Jawab nilai g dari data praktikum hampir sama , berkisar 8-10. VI. KESIMPULAN Semakin besar nilai panjang tali maka semakin besar pula nilai periodenya. Perubahan massa benda tidak mempengaruhi bertambahnya periode. Jadi, percepatan gravitasi bergantung pada bergantung pada besarnya periode dan panjang tali. LAPORAN PRAKTIKUM GETARAN PEGAS DAN AYUNAN SEDERHANA 4 Lembar aktivasi siswa 1. Apa yang dimaksud getaran? Jawab gerak bolak balik suatu benda disekitar titik keseimbangan secara periodik. 2. Apa yang dimaksud frekuensi f ? Jawab banyaknya getaran dalam satu satuan waktu/banyaknya gelombang yang terjadi dalam satu detik. 3. Apa yang dimaksud periode T ? Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran. 4. Bagaimana hubungan f dan T ? Jawab secara sistematis, hubungan f dan T adalah T= 1 𝑓 f= 1 𝑇 Ket T = periode f = frekuensi 5. Tuliskan gaya pemulih F pada pegas ! Jawab gaya pemulih adalah gaya yang menuju kedudukan setimbang f = -kx 4Ο€2 m 6. Jika K= ο‚· T2 maka tentukan T dan f ! ο‚· Menetukan T T=√ T= 4Ο€2 m k Menentukan f 1 1 𝑇 2πœ‹βˆšm k f= = 2πœ‹βˆšmk f= 1 2Ο€ √ k m keterangan T = periode T f = frekuensi f k = konstanta m = massa benda kg 7. Perhatikan gambar ayunan X = l sin ∝ πœƒ l l πœƒ x W cos πœƒ π‘₯ Sin ∝ = πœƒ 𝑙 F = = W sin ∝ dengan sin ∝ = F = -W π‘₯ π‘₯ 𝑙 𝑙 W sin πœƒ W LAPORAN PRAKTIKUM GETARAN PEGAS DAN AYUNAN SEDERHANA 5 8. Dari persamaan nomor 5 dan 7, tenyukna rumusan periode T dan frekuensi f ? T= f= 2πœ‹βˆšmk CARA 1 k F = sin ∝ K . x = ∝ m 4Ο€2 m 2Ο€ √ T2 4Ο€2 l T2 =g T2 = T=√ T= l sin ∝ = ∝ 4Ο€2 l g 4Ο€2 l g 2πœ‹βˆš 𝑙 𝑔 1 1 𝑇 2πœ‹ f= = 𝑔 βˆšπ‘™ LAPORAN PRAKTIKUM GETARAN PEGAS DAN AYUNAN SEDERHANA 6 LANDASAN TEORI GETARAN PEGAS DAN AYUNAN BANDUL GETARAN PEGAS Getaran adalah gerak bolak – bolik secara berkala melalui suatu titik keseimbangan. Pada umumnya setiap benda dapat melakukan getaran. Suatu benda dikatakan bergetar bila benda itu bergerak bolak bolik secara berkala melalui titik keseimbangan. Pada dasarnya osilasi alias getaran dari pegas yang digantungkan secara vertikal sama dengan getaran pegas yang diletakan horisontal. Bedanya, pegas yang digantungkan secara vertikal lebih panjang karena pengaruh gravitasi yang bekerja pada benda gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, tidak pada arah horisontal. Mari kita tinjau lebih jauh getaran pada pegas yang digantungkan secara vertical. Pada pegas yang kita letakan horisontal mendatar, posisi benda disesuaikan dengan panjang pegas alami. Pegas akan meregang atau mengerut jika diberikan gaya luar ditarik atau ditekan. Nah, pada pegas yang digantungkan vertikal, gravitasi bekerja pada benda bermassa yang dikaitkan pada ujung pegas. Akibatnya, walaupun tidak ditarik ke bawah, pegas dengan sendirinya meregang sejauh x0. Pada keadaan ini benda yang digantungkan pada pegas berada pada posisi setimbang. Berdasarkan hukum II Newton, benda berada dalam keadaan setimbang jika gaya total = 0. Gaya yang bekerja pada benda yang digantung adalah gaya pegas F0 = -kx0 yang arahnya ke atas dan gaya berat w = mg yang arahnya ke bawah. Total kedua gaya ini sama dengan nol. Mari kita analisis secara matematis Kita akan tetap menggunakan lambang x agar anda bisa membandingkan dengan pegas yang diletakan horisontal. Dirimu dapat menggantikan x dengan y. Resultan gaya yang bekerja pada titik kesetimbangan = 0. Hal ini berarti benda diam alias tidak bergerak. Jika kita meregangkan pegas menarik pegas ke bawah sejauh x, maka pada keadaan ini bekerja gaya pegas yang nilainya lebih besar dari pada gaya berat, sehingga benda tidak lagi berada pada keadaan setimbang perhatikan gambar c di bawah. Pada titik setimbang, besar gaya total = 0, tetapi laju gerak benda bernilai maksimum v maks. Pada posisi ini, EK bernilai maksimum, sedangkan EP = 0. EK maksimum karena v maks, sedangkan EP = 0, karena benda berada pada titik setimbang x = 0. Karena pada posisi setimbang kecepatan gerak benda maksimum, maka benda bergerak terus ke atas sejauh -x. Laju gerak benda perlahan-lahan menurun, sedangkan besar gaya pemulih meningkat dan mencapai nilai maksimum pada jarak -x. Ketika benda berada pada simpangan sejauh -x, EP bernilai maksimum sedangkan EK = 0. Lagi-lagi alasannya klasik Setelah mencapai jarak -x, gaya pemulih pegas menggerakan benda kembali lagi ke posisi setimbang lihat gambar di bawah. Demikian seterusnya. Benda akan bergerak ke bawah dan ke atas secara periodik. Selama benda bergerak, selalu terjadi perubahan energi antara EP dan EK. Energi Mekanik bernilai tetap. Pada benda berada pada titik kesetimbangan x = 0, EM = EK. Ketika benda berada pada simpangan sejauh -x atau +x, EM = EP. Benda bermassa m digantungkan pada ujung pegas, pegas bertambah panjang. Dalam keadaan seimbang, gaya berat w sama dengan gaya pegas F, resultan gaya sama dengan nol, beban diam. Bila beban disimpangkan dan dilepas maka pegas akan bergetar. Getaran pada pegas memiliki frekuensi alamiah sendiri. Waktu yang diperlukan oleh benda untuk bergerak dari titik A kembali lagi ke titik A lagi disebut satu perioda dimana besarnya tergantung pada massa beban dan konstanta gaya pegas. AYUNAN BANDUL Bandul - Gerak periode merupakan suatu gerak yang berulang pada selang waktu yang tetap. Contohnya gerak ayunan pada bandul. Dari satu massa yang brgantung pada sutas tali, kebanyakan gerak tidaklah betul-betul periodik karena pengaruh gaya gesekan yang membuang energi gerak. Benda berayun lama akan berhenti bergetar. ini merupakan periodik teredam. Gerak dengan persamaan berupa fungsi sinus merupakan gerak harmonik sederhana. Periode getaran yaitu T. Waktu yang diperlukan untuk satu getaran frekwensi gerak f. jumlah getaran dalam satu satuan waktu T = 1/f posisi saat dimana resultan gaya pada benda sama dengan nol adalah posisi setimbang, kedua benda mencapai titik nol setimbang selalu pada saat yang sama. ο‚§ Getaran adalah gerak bolak-balik atau gerak periodik disekitar titik tertentu secara periodik. ο‚§ ο‚§ ο‚§ ο‚§ ο‚§ Gerak Periodik adalah suatu getaran atau gerakan yang dilakukan benda secara bolak-balik melalui jalan tertentu yang kembali lagi ke tiap kedudukan dan kecepatan setelah selang waktu tertentu. Simpangan adalah jarak antara kedudukan benda yang bergetar pada suatu saat sampai kembali pada kedudukan seimbangnya. Amplitudo adalah simpangan maksimum yang dilakukan pada peristiwa getaran. Perioda adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran penuh. Frekuensi adalah banyaknya getaran penuh yang dapat dilakukan dalam waktu satu detik. Ayunan Sederhana Ayunan sederhana atau disebut bandul melakukan gerakan bolak balik sepanjang busur AB. Waktu yang diperlukan oleh benda untuk bergerak dari titik A ke titik A lagi disebut Satu Perioda. Sedangkan banyaknya getaran atau gerak bolak-balik yang dapat dilakukan dalam waktu satu detik disebut Frekuensi. Frekuensi yang dihasilkan bandul disebut Frekuensi Alamiah. Frekuensi Alamiah adalah frekuensi yang ditimbulkan dari ayunan tanpa adanya pengaruh luar. Gb. Gaya pd Ayunan Sederhana Untuk Mengetahui besarnya gaya yang mempengaruhi gerak ayunan dapat digunakan persamaan berikut ini Dimana F Gaya N m Massa benda Kg g Percepatan gravitasi ms-2 ΞΈ Sudut simpangan …o l Panjang tali m x Simpangan getar m Simpangan getar A dapat diketahui besarnya melalui persamaan sebagai berikut Dimana A Simpangan getar Amplitudo m ΞΈ Sudut deviasi …o l Panjang tali m Sedangkan perioda getaran pada ayunan sederhana dapat diketahui melalui persamaan sebagai berikut Dimana T Perioda getaran S phi 3,14 22/7 l Panjang tali m g Percepatan gravitasi ms-2 Frekuensi getaran dapat dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut Dimana f Frekuensi getaran Hz phi 3,14 22/7 g Percepatan gravitasi ms-2 l Panjang tali m T Periode getaran s Contoh-contoh ayunan bandul dalam kehidupan sehari-hari Gambar Ayunan Bandul .gif Gambar Ayunan Bandul vector. Gambar Ayunan Gambar Bedug di masjid.

percobaan getaran benda oleh pegas