Dilansirdari Encyclopedia Britannica, perhatikan gambar pembuluh darah berikut ini! fungsi jaringan yang bertanda x adalah mengangkut o2 dan co2. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Perhatikan gambar jaringan hewan berikut ini!
Ciriciri jaringan epitel adalah A. memiliki banyak substansi interseluler B. memiliki daya regenerasi yang rendah C. sel-sel tersusun rapat D. mengandung banyak pembuluh darah E. mengandung banyak pembuluh limfa Jawab: C Pembahasan: Ciri-ciri jaringan epitel pada hewan adalah sebagai berikut. (1) Terdiri atas sel-sel yang bersisi, poligonal atau bersudut banyak, dan terkadang bentuknya
Padasaat bermain di pantai, Ali mengamati karang-karang yang ada di pinggir pantai. Menurut ayahnya, karang-karang tersebut termasuk makhluk hidup dengan ciri-ciri berikut: Memiliki tubuh yang berlubang-lubang kecil. Hidup menetap di dasar perairan atau menempel pada batuan karang. Reproduksi aseksual dengan cara bertunas.
Berdasarkanproses perkembangannya, jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen).Jaringan meristem adalah jaringan yang bersifat embrional, yaitu memiliki kemampuan untuk terus membelah diri tak terbatas.Jaringan dewasa (permanen) merupakan jaringan yang dibentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem.
Perhatikangambar jaringan epitel pada hewan di samping! Fungsi dari gambar jaringan epitel pada hewan di atas Fungsi jaringan epitel pada gambar tersebut adalah tempat absorbsi dan sekresi. Jawaban: D Nyatakan deret aritmetika berikut dalam bentuk notasi sigm
Vay Nhanh Fast Money.
– Rangkuman jaringan hewan juga merupakan salah satu materi yang sangat penting untuk dibahas. Untuk itu kami juga sudah menyediakan ulasannya khusus bagi sahabat biologi. Mulai dari pengertian, struktur, gambar hingga contohnya di bawah ini. Pengertian Jaringan Hewan Jaringan hewan adalah sekumpulan sel yang sama dan memiliki fungsi yang sama, kemudian membentuk suatu jaringan. Nantinya, jaringan-jaringan tersebut akan membentuk sebuah organ. Jaringan pada hewan dengan jaringan pada manusia bisa dibilang sama, tetapi ada beberapa bagian yang membedakannya. Struktur Jaringan Hewan Berikut ini adalah struktur jaringan hewan lengkap dengan penjelasan dan disertai dengan gambar dan contohnya. Jaringan Epitel Jaringan epitel merupakan sebuah jaringan yang menutupi dan membatasi permukaan batang tubuh. Seperti organ, saluran dan rongga yang ada di dalam tubuh. Fungsi Jaringan Epitel adalah sebagai pelindung absorsi, sekresi dan juga sel di dalam tubuh hewan. Jaringan ini juga berfungsi sebagai penerima rangsang, Contoh Jaringan Epitel bisa ditemukan di kulit dan organ yang mengandung jaringan epitel adalah usus, paru, paru, rongga hingga pembuluh darah. Fungsi Utama Jaringan Epitel 1. Pelindung bagi jaringan dibawahnya. 2. Absorpsi, menyerap sari makanan. 3. Eksresi, membuang sisa-sisa metabolisme 4. Eksteroreseptor, menerima stimulus. 5. Sekresi, menghasilkan zat atau enzim 6. Transpor zat 7. Membantu respirasi Jaringan Epitel ini sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis yakni 1. Jaringan Epitel Pipih Jaringan ini terbagi ke dalam beberapa bagian, berikut penjelasannya – Epitel pipih silindris terdapat pada alvelous, mesotelium, endotelium, selaput telinga tengah dan dalam. – Epitel pipih berlapis yang bisa ditemukan ada banyak di bagian kulit, vagina dan juga esofagus. 2. Jaringan Epitel Kubus Kuboid Jaringan epitel kubus juga dibagi menjadi beberapa bagian, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. – Epitel kubus selapis letaknya pada kelenjar, contohnya pada ginjal, lensa mata, kelenjar ludah, ovarium, tiroid dan pankreas. – Epitel kubus memiliki fungsi sebagai proteksi, sekresi hingga absorpsi dan dapat ditemukan pada saluran keluar kelenjar keringat. 3. Jaringan Epitel Pipih Silindris Epitel silindris berlapis memiliki tugas untuk membantu proses sekresi hingga absorsi. Epitel silindris berlapis yang bersilia letaknya ada di tuba uterina, uterus, bronkus hingga duktus eferens. Fungsi Epitel Silindris berlapis banyak adalah untuk membantu proses sekresi hingga melindungi jaringan epitel. 4. Jaringan Epitel Transisional Jaringan ini adalah sebuah peralihan dari jaringan epitel pipih yang memiliki banyak lapisan tanpa adanya zat tanduk. Dengan epitel silindris yang memiliki lapisan banyak. Contohnya bisa dilihat ada di sistem urinaria. 5. Jaringan Epitel Kelenjar Terbentuk dari sekelompok sel epitel khusus untuk sekresi zat yang diperlukan dalam proses fisiologi tubuh. – Kelenjar eksokrin, untuk sekretori eksternal. Contohnya pada lambung, kelenjar pankreas, kelenjar ludah dan kelenjar keringat. – Kelenjar endokrin, untuk sekresi internal. Contohnya pada kelenjar tiroid, kelenjar timus, kelenjar adrenal, kelenjar hipofisis, dan kelenjar paratiroid. Jaringan Ikat Jaringan Penyambung Bentuk jaringan ikat dapat disesuaikan dalam berbagai macam kondisi, seperti pada letak, bentuk hingga strukturnya. Fungsi Jaringan Ikat adalah untuk mengikat jaringan tubuh dan memberikan struktur serta ketebalan hingga mengikat organ dan melakukan proses transportasi zat. Jaringan ini terdiri dari tiga komponen utama yang berasal dari sel, zat dasar atau matriks dan serabut. Fungsi Umum Jaringan Ikat 1. Pengikat dan penyambung antar jaringan. 2. Penyokong dan pembentuk struktur tubuh. 3. Penyimpan energi. 4. Pelindung suatu organ. 5. Pertahan tubuh terhadap invensi bibit penyakit. 6. Transpor cairan tubuh. Jaringan Ikat Tersusun dari Matriks Jaringan Ikat – Subtansi intersel amorf tidak berbentuk. – Subtansi intersel fibrosa serat. 1. Serat kolagen. 2. Serat retikular. 3. Serat elastik. Sel-sel Penyusun Jaringan Ikat – Firoblas – Makrofag – Sel lemak adiposa – Mast cell sel tiang – Sel plasma – Sel pigmen – Leukosit – Sel mesenkim Jaringan Ikat Dibedakan Menjadi Jaringan Ikat Sejati a. Jaringan Ikat Longgar 1. Jaringan mukosa; yaitu jaringan embrional yang bersifat sementara pada pembentukan jaringan ikat. Terletak pada tali pusar bayi. 2. Jaringan areolar; fungsinya sebagai materi pengikat atau pembungkus jaringan lain dan organ-organ. 3. Jaringan lemak adiposa; fungsinya sebagai bantalan pelindung organ cadangan makanan, penjaga suhu tubuh. Letaknya di bawah kulit dan persendian. 4. Jaringan retikuler; bersifat fagositosis. Letaknya pada nodus limfa, sumsum tulang belakang, dan hati. b Jaringan Ikat Padat 1. Jaringan ikat padat teratur; contohnya tendon, ligamen dan aponeurosis. 2. Jaringan ikat padat tak teratur; contohnya pada fasia dan dermis kulit. Jaringan Ikat Cair a. Jaringan darah b. Jaringan limda Jaringan Ikat Penyokong a. Jaringan tulang rawan kartilago 1. tulang rawan hialin 2. tulang rawan elastic 3. tulang rawan firoblas b. Jaringan tulang keras osteon 1. tulang spongiosa 2. tulang kompak Jaringan Otot Terdiri Dri jaringan serabut otot atau myofibril yang disusun dari sel sel otot terbungkus dengan membran sarkolema. Fungsi Jaringan Otot adalah sebagai alat gerak yang secara aktif memindahkan anggota gerak atau pun organ di dalam tubuh hewan. Jaringan otot sendiri terdiri atas beberapa bagian di antaranya 1. Jaringan Otot Polos Merupakan otot tak sadar karena gerakannya tidak menuruti perintah. 2. Jaringan Otot Lurik atau Rangka Merupakan otot sadar karena dibawah pengaruh saraf sadar. 3. Jaringan Otot Jantung Merupakan otot tak sadar yang dikendalikan oleh saraf otonom dan saraf simpatik. Jaringan Saraf Terdapat paling banyak pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis, sisanya di saraf tepi. Fungsinya untuk menerima rangsangan yang diubah menjadi impuls saraf, kemudian diteruskan ke bagian penerimaan, menafsirkan impuls, lalu memberikan jawaban yang tepat ke organ efektor. Fungsi Utama Jaringan Saraf 1. Mengatur organ dan alat alat tubuh agar terjadi keserasian kerja pada saat menerima dan mengantarkan rangsangan. 2. Menetima rangsangan. 3. Mengantarkan rangsangan. 4. Menafsirkan rangsangan menjadi impuls dan memberikan jawaban ke organ efektor. Nah, itu dia penjelasan mengenai rangkuman jaringan hewan lengkap dengan penjelasan beserta dengan gambarnya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar untuk sahabat biologi yang selalu setia berkunjung ke website kami. Artikel Lainnya Fungsi Garam Mineral – Bagi Tubuh, Bagi Sel, Beserta Zatnya Sendi Sinartrosis – Pengertian, Perbedaan Dengan Sinkondrosis, Beserta Contoh Gambar Sel Tumbuhan dan Fungsinya
Jaringan Pada Hewan – Pada alam semesta ini, kita tahu ada makhluk hidup serta makhluk tak hidup. Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang umum dikenal juga, disetiap makhluk hidup saling membutuhkan satu dengan lain baik untuk mempertahankan hidupnya maupun untuk menciptakan keseimbangan terhadap lingkungan hidup. Tiap makhluk multiselluler seperti manusia, hewan, ataupun tumbuhan tersusun atas berbagai jutaan sel. Dimana tiap sel mempunyai fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu organismenya. Kelangsungan hidup sel bergantung pada pengeluaran secara terus meneru, zat – zat sisa metabolisme yang dihasilkan oleh sel disaat melakukan berbagai reaksi tertentu. Pengertian Jaringan Hewan Jaringan hewan merupakan sekumpulan sel – sel hewan dimana mempunyai sebuah bentuk serta fungsi yang sama sehingga membentuk jaringan pada tubuh hewan. Menurut Neil A Champbell, Jaringan hewan tissue merupakan suatu kumpulan sel – sel , fungsi serta struktur yang sama. Suatu jaringan tersebut disatukan oleh matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel – sel tersebut atau menenun mereka bersama – sama menjadi sebuah anyaman serat Jaringan hewan ini dibagi menjadi empat jenis, ialah jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat serta jaringan saraf. Jenis – Jenis Jaringan Hewan 1. Jaringan Epitel Jaringan epitel merupakan sebuah jaringan, dimana dibentuk oleh lapisan sel – sel untuk menutupi maupun melapisi organ dimana berfungsi untuk melindungi organ sebagai penyerapan dan sekresi. Jaringan epitel dibagi menjadi 3 berdasarkan apa yang di lapisi oleh jaringan tersebut, yaitu ekstelium, endothelium serta mesotelium. Contoh jaringan ini ialah organ berongga serta melapisi rongga tubuh, dimana jaringan yang menutupi tubuh sampai ke bagian dalam. Baca Juga Jaringan Adalah 2. Jaringan Otot Jarigan otot merupakan sebuah jaringan yang berisi sel – sel serta serat yang berfungsi sama, yaitu membentuk otot dan membantu proses pergerakan rangka manusia serta organ – organ didalamnya. Jaringan otot dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut A. Otot lurik Otor lurik ialah otot yang bekerja secara sadar, mempunyai bentuk silindris serta melekat pada rangka. Karena bekerja secara sadar, otot ini mudah lelah dikarenakan berkontraksi sangat cepat. B. Otot Jantung Otot jantung ialah otot yang senya, dimana berbentuk silindris bercabang 1 ataupun 2, otot ini berkontraksi cukup kuat, ritmis serta bekerja secara tidak sadar. Sehingga otot ini tidaklah mudah lelah serta berada di jantung. C. Otot Polos Otot polos ialah otot yang selnya berbentuk gelendong, dimana kontraksinya lumayan lambat serta tidak mudah lelah. Otot ini umunya berada di saluran pencernaan, seperti usus, pembuluh darah, saluran pernafasan serta lainnya. 3. Jaringan Ikat Jaringan ikat merupakan sebuah jaringan yang berfungsi mengikat antar jaringan tubuh, dimana berperan dalam menjaga suhu tubuh serta mekanisme pertahanan regenerasi. Jaringan ini terdiri dari bahan interseluler diantara sel – selnya yang disebut dengan matrik. Matrik berbentuk serat – serat dimana tidak teratur bentuknya. Contoh dari jaringan ini ialah tendon, jaringan pembungkus otot, jaringan darah, limfa, serta tulang rawan. 4. Jaringan Saraf Jaringan saraf merupakan sebuah jaringan yang menerima rangsang serta meneruskan dan berfungsi untuk mengatur aktivitas otot. Saraf begitu peka terhadap keadaan sekitarnya, sehingga jaringan saraf akan mengendalikan otot hewan serta manusia untuk dapat bergerak. Jaringan ini terdiri dari 2 bagian yaitu neuron dan neuroglia, dimana neuron berbentuk serabut panjang yang berfungsi untuk menerima suatu rangsangan, sedangkan neuroglia yang berfungsi untuk melanjutkan rangsanan serta sebagai penyokong neuron – neuron. Baca Juga Fungsi Tulang Hasta Struktur Anatomi Jaringan hewan Berikut merupakan struktur anatomi jaringan pada hewan Sel – sel jaringan epitel dimana dikemas erat dengan epitel kuboid ialah suatu sel yang berbentuk seperti epitel kolumnar ialah sel berbentuk bata skuamosa sederhana merupakan sebuah sel lapisan tunggal bagaikan piring, tipis dan kolumnar adalah lapisan tunggal dari sel, dimana bervariasi tinggi serta bersilia di banyak ikat longgar mendapatkan namanya dari bentuk tenunan serat ikat fibrosa yang padat dengan serat mempunyai matriks ekstraselular cairan yang disebut plasma, dimana terdiri dari air, garam dan protein terlarut. Sel – sel darah tersuspensi didalam rawan mengandung serat kolagen yang tertanam di kompleks protein – karbohidrat dimana elastis yang disebut permukaan adalah sebuah jaringan ikat mineral, tulang ini membentuk sel – sel osteoblas penyimpanan kolagen. Sebuah ion kalsium, magnesium dan fosfat tergabung menjadi bahan keras dalam polos tidak mempunyai striasi, sehingga melakukan fungsi tak jantung merupakan lurik. Hal ini mempunyai serat yang saling interkoneksi melalui disk berselang, sel yang otot berisi filamen mengandung sebuah protein aktin dan saraf terbuat dari suatu neuron dan sel glial. Gambar Jaringan Pada Hewan Setelah mengetahui beberapa penjelasan diatas, berikut merupakan contoh gambar beberapa hewan beserta dengan jaringan yang ada didalamnya Contoh 1 Berikut struktur jaringan hewan pada burung Contoh 2 Berikut struktur jaringan hewan pada serigala Contoh 3 Berikut struktur jaringan hewan pada monyet Baca Juga Fungsi Tulang Kering Apakah fungsi jaringan saraf pada hewan ?Jaringan saraf berfungsi untuk mengatur aktivitas saraf. Ada berapa jaringan hewan ?Didalam hewan terdapat 4 jaringan penyusunnya. Apa saja macam – macam jaringan hewan ? 1. Jaringan epitel2. Jaringan Otot3. Jaringan Ikat4. Jaringan Saraf Demikianlah pembahasan artikel mengenai jaringan pada hewan, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca.
Jaringan Hewan – Jaringan hewan merupakan sekumpulan sel yang sama, memiliki fungsi yang sama yaitu membentuk sebuah jaringan organ hewan. Untuk lebih jelasnya lagi simaklah pembahasan kami mengenai Materi Jaringan Hewan di bawah ini. Pengertian Jaringan HewanStruktur Jaringan Hewan1. Jaringan Epithelium2. Jaringan Ikat3. Jaringan Otot4. Jaringan SarafContoh Jaringan Saraf dan Jaringan HewanShare thisRelated posts Jaringan hewan merupakan sekumpulan sel yang sama, memiliki fungsi yang sama yaitu membentuk sebuah jaringan organ hewan. Bukan hanya satu sel tetapi beberapa sel yang sama dalam hal ini berfungsi yang sama pada suatu organ tertentu pada hewan. Struktur jaringan hewan dengan jaringan manusia pada dasarnya sama tetapi ada bagian-bagian yang membedakan. Pada hewan ada empat jaringan yang membentuk suatu jaringan. Adapun jaringan jaringan tersebut yaitu jaringan epithelium, Jaringan ikat, dan Jaringan otot, serta jaringan saraf. Satu persatu struktur jaringan hewan akan kita bahas. Struktur Jaringan Hewan 1. Jaringan Epithelium Jaringan epithelium merupakan jaringan yang berperan sebagai penutup dan membatasi pemukaan batang tubuh berupa organ, rongga dan saluran yang terletak didalam tubuh. Epithelium pipih berperan melindungi dan membungkus jaringan yang terletak di bawahnya. Selain itu fungsi epithelium menerima rangsang pada indera hewan. 2. Jaringan Ikat Jaringan ikat merupakan jaringan berdasarkan bentuk, letak dan strukturnya. Memiliki fungsi menghubungkan antar jaringan, penunjang tubuh, berperan dalam suhu tubuh, dan mekanisme pertahanan regenerasi. Ciri yang paling mendasar pada jaringan ini yaitu terdiri dari bahan interseluler yaitu diantara sel yang di sebut matriks. Matrik sendiri berupa serat-serat yang tidak teratur bentuknya. 3. Jaringan Otot Jaringan otot berupa sel serta serat yang tersusun bertugas menggerakkan anggota tubuh. Pada proses geraknya ada yang sadar dan ada pula yang tidak sadar. Serat otot mengandung flamen aktin dan myosin. Aktin dan myosin ini adalah kontraktil yang member kemampuan guna memanjang dan memendekkan otot. Jaringan otot terbagi menjadi tiga yaitu jaringan otot lurik, otot polos, & otot jantung. a. Otot Lurik otot rangka Otot lurik merupakan otot yang membentuk daging pada tubuh hewan. Otot ini tersusun silindris dan sangat panjang namun tidak memiliki cabang pada ujungnya. Bergerak dibawah kesadaran. Sehingga bila di gunakan terus menerus otot ini akan mengalami kelelahan. Sel-selnya mengandung saraf-saraf yang berasal dari system saraf pusat. Otot lurik bisa berkontraksi dengan cepat dan kuat. Otot-otot lurik bisa kalian temukan pada sebagian besar otot rangka. b. Otot Polos Sel-sel otot polos terlihat seperti gelendong dengan panjang antara 20-500 milimikron. Inti selnya hanya satu dan terletak di bagian tengah sel. Kontraksi otot polos tersebut dipengaruhi oleh saraf-saraf yang berasal dari sistem saraf otonom. c. Otot Jantung Otot jantung yaitu ialah gabungan dari otot lurik dan otot polos. Otot jantung, keadaan susunannya memperlihatkan susunan otot lurik, namun cara kerjanya seperti otot polos yaitu berkontraksi secara ritmis & otomatis. 4. Jaringan Saraf Jaringan saraf merupakan jaringan yang membentuk sistem saraf. Hewan juga mempunyai saraf yang merangsang sehingga memiliki keinginannya bergerak seperti manusia. Sistem saraf sangat peka akan situasi sekitar, sehingga saraf akan mengendalikan otot gerak hewan. Jaringan saraf terdiri dari sel saraf yang dalam ilmiah di sebut dengan neuron. Demi kelangsungan hidupnya, neuron memperoleh suplai makanan melalui neuroglia yang ada disekitarnya. Neuron memiliki badan sel, dendrite dan neurit akson . Contoh Jaringan Saraf dan Jaringan Hewan Simaklah gambar di bawah ini ! Contoh Jaringan Hewan ! Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Jaringan Hewan. Semoga bermanfaat. Artikel lainnya Macam Macam Jenis Hewan dan Penggolongan Hewan Pengertian Ekosistem adalah – Komponen, Macam Macam, dan Contoh Daur Hidup Sapi – Siklus, Fase, Urutan, Cara Berkembang, dan Gambar
Halo Pahamifren, siapa di antara kamu yang punya hewan peliharaan? Pernahkah kamu amati fungsi biologis pada hewan peliharaanmu? Nah, kali ini, Mipi mau mengajak kamu membahas Materi Biologi Kelas 11 mengenai jaringan hewan. Simak artikel ini sampai selesai, ya! Jaringan Hewan dan Fungsinya Sebagai organisme bersel banyak multiseluler, tubuh hewan disusun oleh banyak sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Sel-sel yang berkelompok dan memiliki bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh hewan disebut sebagai jaringan hewan. Jaringan dengan bentuk yang khusus memungkinkan sel-sel di dalamnya melakukan fungsi yang spesifik, misalnya jaringan syaraf yang memungkinkan tubuh hewan menerima dan menyampaikan rangsangan peka. Seperti pada tubuh manusia, jaringan dalam tubuh hewan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu jaringan benih germinal dan jaringan tubuh somatis. Jaringan benih germinal adalah jaringan yang aktif membelah diri untuk menghasilkan benih baru, sementara jaringan tubuh somatis merupakan jaringan yang terdapat dalam tubuh hewan sepanjang hidupnya. Jaringan tubuh somatis pada hewan dibagi menjadi empat jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan Epitel Jaringan epitel pada hewan merupakan jaringan yang berfungsi sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar hewan. Jaringan epitel berlokasi pada permukaan tubuh hewan yang membatasi organ tubuh dengan lingkungan luarnya. Jaringan epitel yang melapisi permukaan tubuh atau lapisan luar tubuh disebut sebagai epitelium, jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh disebut mesotelium, dan jaringan epitel yang membatasi organ tubuh disebut endotelium. Jaringan epitel berfungsi untuk melindungi jaringan yang ada di bawahnya dari kerusakan, sebagai pengangkut zat-zat antar jaringan, dan sebagai tempat keluarnya enzim. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel dibagi menjadi tiga jenis, yaitu epitel pipih, epitel batang silinder, dan epitel kubus. Epitel pipih memiliki ciri berupa selnya yang berbentuk pipih dengan nukleus bulat di tengah. Epitel batang silinder merupakan jaringan epitel yang disusun oleh sel yang berbentuk seperti batang dengan nukleus bulat di dasar sel. Sementara epitel kubus merupakan jaringan epitel yang disusun oleh sel berbentuk kubus dengan nukleus bulat besar di tengah. Jenis Jaringan Epitel Berdasarkan jumlah lapisan selnya, jaringan epitel dibagi menjadi beberapa jaringan, yaitu Epitel pipih selapis sederhana yang memiliki ciri-ciri inti selnya berbentuk bulat di tengah, sitoplasma jaringannya sangat jernih, dan sel-selnya tersusun sangat rapat. Jaringan epitel pipih lapis terletak pada kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam limfa dan pembuluh darah, alveolus dan paru-paru, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, dan sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar. Jaringan epitel pipih selapis berfungsi sebagai pelapis bagian dalam rongga dan saluran, tempat difusi zat, dan tempat infiltrasi pipih berlapis yang berfungsi sebagai lapisan pelindung dari pengaruh luar dan penghasil mukus. Jaringan epitel pipih berlapis ini terletak pada kulit dengan zat tanduk, rongga hidung, rongga mulut, epidermis, esofagus, laring, vagina, dan saluran batang selapis yang memiliki ciri-ciri bersitoplasma jernih, memiliki sel yang berbentuk batang, dan memiliki inti sel bulat yang berada di dekat dasar. Jaringan epitel batang berlapis memiliki fungsi dalam proses sekresi, penyerapan absorpsi, penghasil mukus, dan pelicin atau pelumas permukaan saluran. Jaringan ini banyak ditemukan pada usus, dinding lambung, kantong empedu, saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan bagian batang berlapis banyak yang tersusun dari banyak lapisan sel berbentuk batang. Jaringan epitel batang berlapis terdapat pada dinding kelopak mata, laring, faring, uretra, dan lapisan konjungtiva lapisan yang selalu basah karena lendir seperti pada bagian mata yang berwarna putih. Jaringan epitel batang berlapis banyak berfungsi sebagai pelindung, penghasil mukus, gerakan zat melewati permukaan, dan saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar kubus selapis yang berfungsi sebagai lapisan pelindung, tempat penyerapan zat absorbsi, dan penghasil mukus atau sekresi. Jaringan epitel kubus selapis terletak pada kelenjar air liur, retina mata, permukaan ovari, dan saluran dari nefron kubus berlapis banyak yang berfungsi sebagai pelindung, penghasil mukus, dan pelindung dari gesekan. Jaringan epitel kubus berlapis banyak dapat ditemukan pada folikel ovarium, testis, kelenjar keringat, dan kelenjar transisi yang memiliki ciri sel penyusunnya dapat berubah bentuk dan berlapis-lapis dan berfungsi sebagai penahan regangan dan tekanan. Jaringan epitel transisi terdapat pada organ saluran pernapasan, ureter, dan kandung kemih. Fungsi Jaringan Epitel pada Hewan Ilustrasi jaringan epitel pada hewan. Sumber gambar Jaringan epitel pada hewan memiliki beberapa fungsi, yaitu Sebagai pelindung jaringan yang berada di sebelah dalamnya, seperti jaringan epitel kulit dan jaringan epitel rongga kelenjar yang menghasilkan sekret. Kelenjar ini ada dua jenis, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar reseptor atau penerima rangsang, yang disebut epitel sensori atau neuroepitelium. Jaringan epitel sensori ini kebanyakan berada di sekitar alat pintu gerbang lalu lintas zat yang mengatur penyerapan zat ke dalam tubuh dan pengeluaran zat dari dalam tubuh. Contohnya adalah pada nefron yang dilewati urine, pada jonjot usus sebagai penyerap zat makanan, dan pada alveolus paru-paru yang menjadi tempat keluar dan masuknya O2 dan CO2. Jaringan Ikat Jaringan ikat merupakan jaringan yang berkembang dari mesenkim, yang berasal dari lapisan tengah embrio mesoderm. Jaringan ikat ini merupakan penyokong utama dari tubuh hewan dan manusia, sehingga seringkali disebut juga sebagai jaringan penyokong atau jaringan penyambung. Sel-sel jaringan ikat berada dalam sejumlah besar matriks bahan ekstraseluler yang diekskresikan sel-sel penyusunnya. Letak sel-sel jaringan ikat tidak berhimpitan rapat atau berpencar-pencar, bila berhubungan dengan ujung-ujung protoplasmanya. Jenis Jaringan Ikat Jaringan ikat dibagi menjadi tiga, yaitu Jaringan Ikat Sebenarnya Jaringan ikat sebenarnya merupakan jaringan ikat yang berada di seluruh bagian tubuh hewan karena berada di bawah kulit hewan, yang berfungsi menghubungkan berbagai organ serta mengisi ruang antarjaringan yang berdekatan. Berdasarkan susunannya, jaringan ikat dibedakan menjadi jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat, dan jaringan lemak jaringan adiposum. Jaringan ikat longgar dibentuk oleh matriks atau substansi dasar yang mengandung bermacam-macam sel dan serabut. Di dalam matriks pembentuk jaringan ikat longgar, terdapat empat macam sel, yaitu fibroblas, sel cagak mast cell, sel lemak, dan makrofag. Fibroblas adalah sel yang menghasilkan serabut kolagen, serabut elastis, dan matriks; sel cagak mast cell adalah sel penghasil heparin atau anti pembekuan; sel lemak merupakan sel penimbun lemak; sementara makrofag adalah sel ameboid yang memakan partikel asing, yang berperan sebagai pelindung tubuh dari bibit penyakit. Di dalam matriks juga terdapat dua macam serabut, yaitu serabut kolagen dan serabut elastis. Serabut kolagen merupakan berkas serabut yang fleksibel, tetapi tidak elastis, sementara serabut elastis adalah serabut yang fleksibel dan elastis. Kedua serabut ini membentuk jaringan pada matriks yang menghubungkan berbagai jaringan, seperti kulit dengan struktur di bawahnya. Jaringan ikat padat dibagi menjadi dua, yaitu jaringan ikat kolagen dan jaringan ikat elastis. Jaringan ikat kolagen merupakan jaringan ikat padat yang matriksnya mengandung berkas serabut kolagen yang padat. Contoh dari jaringan ikat kolagen ini adalah tendon yang melekatkan otot pada tulang. Sementara jaringan ikat elastis adalah jaringan ikat padat yang matriksnya hanya mengandung serabut elastis. Jaringan ikat elastis ini terletak pada ligamen yang mengikat tulang-tulang dalam paru-paru, persendian, pita suara, dan dinding trakea. Jaringan lemak adiposum merupakan jaringan ikat sebenarnya yang dalam matriksnya hanya terdapat sel-sel lemak yang penting untuk menyimpan lemak cadangan. Jaringan lemak berfungsi sebagai pelindung berbagai organ lunak seperti jantung dan ginjal, sementara pada kulit, jaringan lemak ini berfungsi sebagai pencegah kehilangan panas. Jaringan Tulang atau Rangka Jaringan tulang merupakan jaringan ikat yang berfungsi sebagai penyokong tubuh. Oleh karena itulah jaringan tulang dilengkapi oleh rangka yang kaku. Jaringan tulang juga terdiri dari sel-sel yang terdapat dalam matriks organik seperti pada jaringan ikat, tetapi matriks jaringan tulang bersifat lebih keras. Pada hewan vertebrata ada dua jenis jaringan tulang, yaitu tulang rawan kartilago dan tulang keras. Contoh hewan vertebrata bertulang rawan adalah ikan hiu dan ikan pari, yang seluruh rangka tubuhnya terdiri dari tulang rawan. Sementara pada mamalia, sebagian besar rangkanya adalah tulang keras dan terdapat beberapa tulang rawan, khususnya pada persendian dan cawan-cawan antarvertebra. Tulang rawan kartilago merupakan jaringan ikat yang disusun oleh matriks organik yang mengandung sel-sel kondroblas. Sel-sel kondroblas tersebut menghasilkan matriks kondrin. Tulang rawan sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu rawan hialin, rawan elastis, dan rawan fibrosa. Rawan hialin merupakan tulang rawan yang matriksnya semitransparan dan mengandung kondroitin sulfat. Rawan hialin ini terdapat pada tulang rusuk, tulang pipa, hidung, rangka embrio, dan saluran pernapasan laring, trakea, dan bronkus. Rawan elastik merupakan tulang rawan yang matriksnya agak keruh dan mengandung serabut elastis kuning. Bila rawan elastik ini dibengkokkan, akan terasa lentur dan dapat kembali ke bentuknya yang semula. Contoh dari rawan elastik adalah epiglotis, daun telinga, tulang rawan pada faring, dan pembuluh Eustachius. Sementara rawan fibrosa adalah tulang rawan yang matriksnya mengandung banyak berkas serabut kolagen yang padat dan memiliki daya renggang yang lebih kuat daripada rawan hialin. Contoh dari rawan fibrosa ini adalah simfisis pubis persambungan tulang kemaluan dan diskus antarruas tulang belakang. Tulang keras terbentuk dari matriks yang 70%-nya terdiri dari garam-garam anorganik, terutama kalsium sulfat, dan 30%-nya terdiri dari zat organik, terutama serabut kolagen. Osteoblas merupakan sel pembentuk tulang yang mensekresikan bahan organik, garam fosfat, dan karbonat. Saat sekeliling osteoblas menjadi keras, osteoblas menjadi osteosit. Berdasarkan matriksnya, tulang keras dibagi menjadi dua, yaitu tulang kompak tulang keras dan jaringan tulang spons bunga karang. Tulang kompak memiliki susunan matriks yang padat, sementara tulang spons memiliki susunan matriks yang longgar atau berongga dan berisi sumsum merah yang memproduksi sel-sel darah. Sel-sel yang tersusun pada tulang kompak membentuk sebuah sistem yang disebut sistem Havers. Pada bagian tengah sistem Havers ini terdapat sebuah saluran yang disebut sebagai saluran Havers. Saluran Havers ini berisi pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Saluran-saluran Havers disambungkan oleh saluran Volkman yang ada di antara kedua saluran tersebut. Di sekeliling sistem Havers terdapat lapisan tulang yang bernama lamela. Pada lamela-lamela yang ada di sekeliling sistem Havers tersebutlah terdapat osteosit sel-sel tulang yang menempati rongga lakuna yang tersusun secara konsentris. Jaringan Darah dan Limfa Jaringan darah merupakan jaringan ikat yang disusun oleh sel-sel darah merah eritrosit, sel-sel darah putih leukosit, dan keping-keping darah, yang berada dalam cairan yang dinamakan plasma. Plasma darah terdiri dari air yang mengandung berbagai zat terlarut yang dialirkan dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Bahan makanan seperti glukosa, lemak, dan asam amino, dibawa dari usus ke hati, urea dari hati ke ginjal, dan hormon dari kelenjar buntu menuju berbagai organ yang menjadi target. Sel darah merah atau eritrosit memiliki fungsi sebagai pembawa oksigen dari organ respirasi ke berbagai jaringan, sel darah putih atau leukosit memiliki fungsi sebagai pembunuh bibit penyakit, sementara keping-keping darah berfungsi sebagai pembekuan darah. Sel darah putih dibedakan menjadi eosinofil, neutrofil, basofil yang dihasilkan sumsum merah dan limfosit, monosit yang dihasilkan jaringan limfoid. Jaringan sumsum merah dan limfoid disebut sebagai jaringan hematopoietik. Limfa atau getah bening mengandung zat-zat seperti plasma, tetapi dengan konsentrasi yang berbeda. Di dalam limfa tidak terdapat sel darah merah, tetapi terdapat limfosit yang berperan sebagai fagosit. Fungsi Jaringan Ikat pada Hewan Jaringan ikat pada hewan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut Sebagai pelekat satu jaringan dengan jaringan pembungkus pengisi rongga yang ada di antara pelindung tubuh dari bakteri jaringan ikat longgar.Sebagai pemberi bentuk pada tubuh skeleton.Sebagai pencegah tubuh kehilangan panas adiposum.Sebagai produsen darah jaringan darah/hematopoietik. Jaringan Otot Jaringan otot merupakan jaringan yang berasal dari lapisan embrional dan disusun oleh sel-sel khusus yang mampu berkontraksi karena mengandung miofibril sebagai elemen kontraktil. Jaringan otot ini kira-kira membangun 40% dari berat tubuh vertebrata, termasuk manusia. Fungsi jaringan otot pada hewan adalah sebagai alat gerak aktif karena kemampuannya Gerakan anggota gerak dan tubuh vertebrata, termasuk manusia, secara keseluruhan disebabkan oleh kontraksi otot yang melekat pada rangka. Sementara pada organ yang berongga seperti saluran pencernaan dan pembuluh darah, jaringan otot berfungsi untuk menekan isi organ tersebut, sehingga terjadi gerakan makanan dalam usus dan aliran darah ke seluruh tubuh. Jenis Jaringan Otot Ilustrasi jaringan otot pada hewan. Sumber gambar Jaringan otot dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan bentuk dan cara kerjanya. Ketiga jenis jaringan otot tersebut adalah sebagai berikut Otot Polos Otot polos merupakan jaringan otot yang disusun oleh sel-sel yang berbentuk kumparan dengan satu inti di tengahnya. Karena sitoplasma sarkoplasma mengandung filamen yang tidak teratur, otot polos tidak terlihat lurik. Saat miofilamen memendek, otot akan berkontraksi. Otot polos ini berkontraksi di luar kesadaran, gerakannya dapat terus-menerus, lambat tetapi tidak mudah lelah. Jaringan otot polos terdapat pada dinding pembuluh darah, saluran pencernaan makanan, dan saluran telur. Otot polos ini tidak hanya dimiliki hewan vertebrata, tetapi juga oleh hewan invertebrata. Otot Lurik Otot lurik merupakan jaringan otot yang disusun oleh serabut-serabut otot atau sel-sel otot, serta memiliki banyak inti yang terletak di bagian tepinya. Karena otot lurik melekat pada rangka atau tulang, otot ini disebut juga sebagai otot rangka. Miofilamen otot lurik memiliki susunan yang teratur, membentuk garis-garis melintang terang dan gelap. Karena itulah otot rangka juga disebut sebagai otot serat lintang otot lurik. Serabut-serabut otot yang berkelompok membentuk serabut disebut fasikulus, yang kemudian saling bergabung dan membentuk otot atau daging. Sama seperti otot polos, kontraksi otot lurik juga di bawah kesadaran, tetapi terjadi secara cepat dan kuat. Contoh otot lurik adalah otot bisep dan trisep pada lengan atas. Otot Jantung Otot jantung merupakan jaringan otot yang berada di jantung, yang sel-selnya bercabang-cabang dan setiap cabangnya melekat dengan cabang lainnya. Miofilamen otot jantung tersusun seperti pada otot lurik. Sel otot jantung memiliki satu inti, yang terletak di tengah. Setiap sel otot jantung terhubung dengan sel lainnya dengan keping interkalar. Sama seperti kedua otot lainnya, kontraksi otot jantung juga berada di luar kesadaran. Kontraksi otot jantung terjadi secara teratur dan lambat, serta memiliki periode istirahat yang panjang, yang mencegah otot jantung ini mengalami kejang. Sesuai dengan namanya, otot jantung hanya terdapat pada jantung. Jaringan Saraf Jaringan saraf merupakan jaringan yang disusun oleh kumpulan saraf. Kumpulan saraf ini disebut sebagai neuron. Neuron merupakan kesatuan fungsional dari sistem saraf yang memiliki kemampuan menghantarkan impuls konduktivitas, sehingga terjadi komunikasi antara reseptor sel atau organ penerima rangsang dengan efektor jaringan atau organ yang memiliki reaksi langsung, seperti kelenjar atau otot. Jaringan saraf sendiri memiliki sel-sel reseptor yang dibungkus jaringan ikat. Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi menjadi tiga jenis, yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron penghubung. Neuron sensorik atau yang biasa disebut neuron aferen merupakan neuron yang bertugas menyampaikan impuls ke pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Neuron motorik atau neuron aferen adalah neuron yang bertugas membawa impuls keluar dari pusat saraf. Sementara neuron penghubung adalah neuron yang menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik. Neuron penghubung memiliki dendrit atau akson yang berhubungan dengan neuron lain. Neuron motorik terdiri dari badan sel yang memiliki inti di bagian tengahnya. Pada sitoplasmanya terdapat butir-butir Nissl yang mengandung RNA, untuk sintesis protein, dan badan golgi. Uluran sitoplasma dari badan sel yang ujungnya memiliki cabang-cabang halus dinamakan dendrit. Dendrit ini berfungsi menghantarkan impuls ke badan sel. Sementara uluran sitoplasma yang lebih panjang dinamakan akson neurit, yang berfungsi menghantar impuls dari badan sel ke neuron lain atau ke efektor. Setiap akson tersebut memiliki aksoplasma yang berhubungan dengan sitoplasma pada badan sel, yang terbungkus selaput tipis yang merupakan kelanjutan dari membran plasma pada badan sel. Akson ataupun dendrit yang berukuran panjang dilapisi selubung mielin yang memiliki fungsi sebagai isolator. Sementara di sebelah luarnya dibungkus oleh selaput neurilemma, sel Schwann yang berperan dalam nutrisi, regenerasi akson yang rusak atau putus, dan membentuk selaput mielin. Di antara dua sel Schwann tersebut terdapat simpul Ranvier node of Ranvier. Nah, itulah pembahasan Materi Biologi Kelas 11 tentang Jaringan Hewan dan Fungsinya yang bisa kamu jadikan referensi. Buat kamu yang ingin mendapatkan akses materi belajar menarik lainnya, kamu bisa mengunduh aplikasi bimbingan belajar online Pahamify di link ini. Khusus buat kamu yang lagi ngambis masuk PTN impian, kamu bisa mencoba fitur Live Class Pahamify. Dibimbing langsung secara intensif oleh Rockstar Teacher profesional, fitur ini dirancang untuk membantu kamu meningkatkan peluang lolos UTBK, lho. Kamu juga bisa mencoba latihan soal UTBK di fitur try out online gratis ini. Jangan lupa, cek juga informasi promo menarik dari Pahamify di sini ya! Referensi Eva Lativah Hanun. 2009 Biologi 2 Kelas XI SMA dan MA / Eva Latifah Hanum, Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Purnomo. 2009 Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA / Purnomo. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Sri Widayati. 2009 Biologi SMA dan MA Kelas XI /penulis, Sri Widiyati, Siti Nur Rochmah, Zubedi editor, Eri Arinastiti, Yunita Retnosari, Arif Kurniawan; illustrator, Indradi Budi Santosa, Dwi Purwanto. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Penulis Salman Hakim Darwadi Pahami Artikel Lainnya
perhatikan gambar jaringan hewan berikut fungsi jaringan tersebut adalah